Jenis Jenis Obligasi

  • DEBENTURE (Obligasi tanpa jaminan) artinya tidak dijamin oleh kekayaan perusahaan statusnya sebagai kreditur umum. Investor akan melihat dari laba perusahaan biasanya berlaku bagi perusahaan besar yang reputasinya baik.
  • DEBENTURE BERNILAI RENDAH (SUBORDINATE DEBENTURE) mrp hutang tanpa jaminan dengan tuntutan thd aktiva dibawah debenture.Jika terjadi likuidasi subordinate memiliki hak untuk dibayar sebelum pemegang saham preferent dan saham biasa makanya % bunga yang diminta tinggi.
  • Contoh: Perusahaan dilikuidasi senilai 48 M, prsh memiliki debenture 36M,subordinate 32M kewajiban kreditur umum 32M maka perhitungannya sbb:

Untuk pemegang debenture 36/48X48 = 36 M

Kreditur umum memperoleh sisanya 48M-36M = 12M

OBLIGASI PENGHASILAN (suatu perusahaan wajib membayar bunga atas obligasi penghasilan hanya pada saat perushaan mendapatkan keuntungan. Pembayaran bunga kumulatif jika prsh tdk mampu membayar bunga thn ini maka diakumulasikan tahun berikutnya). Biasanya bunga tinggdi dibanding dg saham

  • OBLIGASI SAMPAH(obligasi yg memberikan nilai tinggi,resiko tinggi dan tanpa jaminan)
  • OBLIGASI HIPOTIK (obligasi yg dijamin oleh kekayaan perusahaan)
  • OBLIGASI BERSERI( obligasi yang diterbitkan dengan waktu yang sama dg tanggal jatuh tempo serta bunga yang berbeda)

 

 

Penarikan Kembali Obligasi

  • Perusahaan dapat mlk pembayaran kas kepada trustee yg kmd membeli obligasi pelunasan pada harga tebus(call price yi hrg tebusan yang hrs ditatpkan oleh prs penerbit obligasi dg nilai diatas nilai nominal) dana pelunasan).
  • Dengan membleli obligasi pada pasar terbuka dan menyerahkan sejumlah obligasi tersebut pada trustee

 

 

Jenis Jenis Saham

  • SAHAM PREFEREN(mrp pendanaan yg memiliki sifat kombinasi antara hutang dg saham biasa. Jika terjadi likuidasi urutannya dibayar setelah kreditur umum sebelum saham biasa).Untuk prs manfaatnya pembayaran deviden lebih flexibel karena tergantung kebijakan perusahann.
  • SAHAM PREFEREN KUMULATIF (selalu diperhitungkan pembayaran devidennya sebelum membayar deviden saham biasa)
  • SAHAM PREFEREN PARTISIPASI (pemiliknya berhak menerima deviden tambahan artinya dapat menikmati nilai sisa lab prs berdasarkan jumlah yg disepakati)
  • Saham diotorisasi adalah jml max yg dpt diterbitkan prs tanpa mengubah anggaran dasar).
  • Pd saat saham diotorisasi dijual saham tsb menjadi saham yg diterbitkan.
  • Saham beredar mengacu pada jml saham diterbitkan dan dimiliki masyarakat)

Beberapa Pendapat Tentang Deviden

 

  • Pendapat tentang ketidakrelevanan

Pendapat ini dikemukakan oleh Modigliani dan Miller , mereka mengatakan bahwa DPR tidak mempengaruhi kekayaan pemegang saham . MM berargumentasi bahwa nilai perusahaan ditentukan oleh  kemampuan aktiva perusahaan untuk mengahsilkan laba  atau kebijakan investasi. Jadi dalam membagi deviden dan laba yang ditahan tidak mempengaruhi perusahaan.

  • Pendapat tentang relevansi

Preferensi atas deviden

Perusahaan yang membayar deviden akan  memberikan preferensi untuk  menjawab ketidakpatian investor lebih awal dari perusahaan yang tidak membayar deviden. Karakteristik investor berbeda-beda ada yang bermotif mendapatkan deviden daripada capital gain.

Pajak atas investor

Pajak mempunyai pengaruh yang berbeda-beda. Karena pajak capital gain lebih kecil daripada pajak penghasilan deviden maka bagi perusahaan akan menguntungkan jika laba ditahan, sebaliknya  jika pajak penghasilan deviden  lebih kecil daripada capital gain maka perusahaan sebaiknya membayar deviden.

Biaya pengambangan

Adalah biaya yang berhubungan dengan penrbitan surat berharga  seoerti biaya pertanggungan emisi, biaya konsultasi hukum pendaftaran saham dan percetakan. Ketidakrelevanan pembayaran deviden didasarkan pada pemikiran bahwa pada saat  peluang investasi yang menguntungkan namun deviden dibayarkan maka dana yang diperoleh perusahaan harus diganti dengan pembiayaan ekternal dan dana ekternal ini menimbulkan biaya pengambangan maka keputusan untuk menahan laba lebih dbaik daripada membayar deviden.

Biaya transaksi dan pembagian sekuritas

Pembiayaan ini terjadi di dalam penjualan sekuritas dan hal ini tidak menguntungkan para pemegang saham.Para pemegang saham yang menginginkan mendapat laba sekarang harus  membayar biaya transaksi bila menjual sahamnya untuk memenuhi distribusi kas yang mereka inginkan karena pembayaran devidennya kurang.

Pembatasan institusional

Hukum sering membatasi saham biasa  yang boleh dibeli oleh lembaga termasuk pemerintah yang mengarahkan pada investor untuk membeli saham pada perusahaan yang selalu membayar deviden.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *